Berita Terkini

Langka dan Bergengsi, Insan Media Bali Siap Sukseskan Annual Meetings 2018

Jakarta – Perhelatan Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 kurang dari 70 hari lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk menyolidkan seluruh komponen masyarakat Bali yang akan menjadi tuan rumah acara bertaraf dunia tersebut. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah organisasi jurnalis di Bali dengan menggelar diskusi bertajuk Optimalisasi Peran Strategis Media dan Dukungan Masyarakat Guna Menyukseskan Pertemuan Annual Meetings Fund World Bank Group (AM IMF-WBG).

Acara yang bertempat di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali ini diselenggarakan oleh Bali Express, Rabu (25/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali I Made Mangku Pastika selaku keynote speaker. Hadir pula dalam kesempatan tersebut komponen TNI dan Polri, Parisdha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, serta pengamat pariwisata.

Sejumlah organisasi jurnalis juga hadir antara lain PWI Bali, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, juga Ikatan Wartawan Online (IWO).

"Pertemuan ini termasuk langka dan bergengsi, pasalnya baru kali ini ada pertemuan di Bali yang digelar lembaga keuangan yang mengurusi soal duit dan dihadiri sekitar 50 ribu lebih delegasi. Event ini tidak hanya baik untuk Indonesia, tapi juga bagus untuk Bali. Hotel tidak saja dipakai menginap, tapi pasti dijadikan kantor oleh mereka," ucap Gubernur Pastika.

Gubernur Pastika menekankan pentingnya kesuksesan pelaksanaan Annual Meetings. Perhelatan tersebut menjadi pertaruhan meski bukan sekali ini Bali menjadi tuan rumah ajang bertaraf internasional.

“Dulu sekitar 2013 digelar APEC dan WTO. Untuk WTO saja jumlah pesertanya sampai delapan ribu orang. Kepala negaranya yang terlibat dua atau tiga orang. Sekarang ini (AM IMF-WBG) jumlahnya sampai 15 ribuan. Ini peristiwa besar,” ujarnya.

Menurutnya, segala persiapan telah dilakukan, baik oleh Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Badung yang wilayahnya menjadi venue acara. Aspek keamanan dan akomodasi 50 ribu kamar sudah disiapkan.

“September akhir sudah mulai datang. Pada saatnya nanti tidak ada pesawat yang bisa ditumpangi. Kecuali pesawat pribadi. Sehingga pesawat parkinya ada yang di Lombok, Surabaya, Banyuwangi, sampai Makassar. Sangat complicated, ruwet, dan masif,” imbuhnya.

Gubernur Pastika juga mengingatkan pentingnya seluruh komponen masyarakat dalam menyukseskan Annual Meetings. Secara khusus dirinya meminta peran media massa dalam menyukseskan acara tersebut lewat pemberitaan yang benar dan obyektif.

Misalnya soal pemberitaan erupsi Gunung Agung yang dinilainya tidak proporsional dan faktual.

“Jangan juga pakai foto erupsi Gunung Agung pada tahun 1963. Karena kondisinya tidak relevan dengan yang sekarang. Saya sudah pelajari bagaimana karakteristik gunung berapi itu,” tegasnya.

Selain membahas tentang peran media, momen ini juga dinilai sangat tepat dipakai untuk memperkenalkan kesenian dan budaya Bali, serta para maestro seni dari Bali.

Sekretaris PHDI Bali I Putu Wirata Dwikora mengatakan, momen ini menjadi kesempatan bagi Bali untuk menunjukkan kekayaan budaya yang dimilikinya.

“Ini kesempatan bagus. Karena yang datang dari berbagai dunia. Bayangkan saja jumlah pesertanya yang datang. Sebanyak itulah yang akan menyaksikan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Bali. Termasuk maestro-maestro seni yang dimiliki Bali. Jadi bukan hanya luar negeri saja yang punya maestro seperti Rembrant atau Picasso. Bali juga punya,” ujarnya.

Namun dia juga mewanti-wanti karena acara yang akan berlangsung mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 ini akan mendapatkan eksposur yang sangat besar. Tidak kurang 4 ribu jurnalis akan hadir untuk meliput acara Annual Meetings 2018. Menurutnya, di satu sisi ini bisa menjadi promosi, namun di sisi lain bisa berekses negatif seandainya persiapannya tidak memadai.

“Kalau kita tidak menyiapkan hal-hal yang positif, yang direkam bisa yang negatifnya. Saya rasa pemerintah sudah menyiapkan hal itu. Seperti persoalan sampah di Suwung. Artinya, dalam event seperti ini semua komponen memang harus menyiapkan diri,” ucapnya.

Sementara pengamat pariwisata Gede Sutarya menekankan tentang pentingnya Annual Meetings untuk memberi manfaat lebih bagi masyarakat Bali. Menurutnya, selama ini ada kecenderungan yang memperoleh manfaat besar dari pelaksanaan event internasional justru lebih banyak dari luar Bali.

“Jalan tengahnya. Seperti saat APEC kemarin sediakan ruang bagi masyarakat lokal untuk memamerkan hasil kerajinan mereka di Nusa Dua. Termasuk kuliner. Atau, ada semacam persiapan untuk mengajak para peserta berkunjung ke desa-desa tradisional yang ada di Bali. Tim kesenian yang dilibatkan benar-benar dari tim lokal bukan dari EO. Dan, Disbud harus menjembatani ini,” ungkapnya.

Acara diskusi itu kemudian diakhiri Pernyataan Sikap Insan Media Bali. Setidaknya empat organisasi media Bali yakni PWI, AMSI, SMSI, dan IWO menyatakan mendukung dan akan menyukseskan pelaksanaan AM IMF-WBG 2018.

Pernyataan tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh para pimpinan organisasi dan disaksikan oleh Gubernur Pastika dan unsur pemerintahan lainnya.

 

Get Connected