Berita Terkini

Reformasi Struktural Indonesia Akan Lebih Spesifik

Jakarta - Reformasi struktural yang tengah diakukan oleh Indonesia sebaiknya lebih spesifik dan mempunyai target yang jelas, diantaranya bertujuan mengurangi current account deficit atau bahkan bisa berubah menjadi current account surplus. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Diskusi Publik Indonesia 2030: Peluang dan Tantangan Ekonomi, yang diselenggarakan atas kerjasama International Monetary Fund (IMF) dan The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pada Rabu (6/6) di Auditorium CSIS Jakarta.

"Untuk dapat menjadi negara berpendapatan tinggi, diperlukan kerja keras dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk mencapainya," jelas Gubernur BI.

Selain itu upaya yang ditempuh harus dapat mengoptimalkan beberapa peluang yang muncul, diantaranya memanfaatkan bonus demografi yang kita miliki, serta memanfaatkan inovasi ekonomi dan keuangan digital untuk mendorong pertumbuhan perekonomian lebih cepat.

Lebih lanjut Gubernur BI menjelaskan bahwa faktor lain yang tak kalah penting adalah mengoptimalkan strategic enabler, atau faktor-faktor pendukung yang penting untuk mendorong pertumbuhan, diantaranya adalah faktor sumber daya manusia, ease of doing business serta faktor kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula kajian komprehensif yang dilaksanakan oleh IMF mengenai mengenai kemajuan yang dicapai perekonomian Indonesia selama dua dekade terakhir, dalam sebuah buku yang bertajuk “Realizing Indonesia’s Economy Potential”. Buku tersebut, yang diharapkan akan menjadi salah satu referensi untuk mengdapatkan informasi mengenai kondisi perekonomian Indonesia, akan diluncurkan pada perhelatan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di  bulan Oktober 2018 mendatang.

Get Connected