Berita Terkini

September, Pelabuhan Benoa siap menampung Kapal Besar

Tanjung Benoa, Bali – Setelah Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), dermaga di Teluk Benoa juga mendapat berkah Annual Meetings IMF-World Bank Group (WBG) 2018. Di dermaga ini tengah dilakukan pengerkaan pendalaman agar mampu menampung kapal yang lebih besar dari biasanya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pengerjaan pendalaman dermaga timur Teluk Benoa akan selesai pada bulan September nanti. Hal ini di sampaikannya saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, Rabu (8/8).

Sebelumnya, dalam kolam alur dermaga timur Pelabuhan Benoa sekitar 9 Mean Low Water Springs (MLWS) dengan kapal yang bisa bersandar ukuran 260 GT. Saat ini sedang dikerjakan pendalaman alur menjadi 12 MLWS agar kapal ukuran 335 GT bisa bersandar.

Pengerukan kolam dermaga timur, turning basin, dan alur pelabuhan telah dimulai sejak April 2018. Dengan meningkatnya kedalaman dermaga, maka kapal dengan jumlah penumpang hingga 3.352 orang akan bisa bersandar di Pelabuhan benoa. Sebelumnya, Pelabuhan Benoa hanya bisa menampung kapal dengan jumlah penumpang hingga 1.430 orang.

“Pak Wayan Eka Saputra (CEO Pelindo III) mengatakan sudah 12 meter, jadi sudah tidak ada masalah. Pendalaman alur dan alur kapal besar akan selesai bulan September mendatang. Jadi kapal besar, cruise bisa bersandar di sini,” kata Menko Luhut Pandjaitan.

Sebagai Ketua Panitia Nasional Annual Meetings 2018, Menko Luhut Pandjaitan juga menjelaskan, proses pembangunan di pelabuhan itu termasuk merapikan kapal-kapal di sekitar Tanjung Benoa. Selain itu akan terus berjalan, pemindahan gas terminal dan pembangunan gedung pelabuhan juga diperkirakan akan selesai pada bulan Maret tahun depan.

 “Kami juga akan membersihkan tempat kapal terbakar kemarin itu. Kan ada 200-an termasuk juga kapal-kapal ikan yang ditangkap. Kita harap sebelum Annual Meetings IMF-WGB 2018 mendatang bisa selesai. Hanya masalah pemindahan saja, masih ada dua bulan. Nanti saya beritahu sama Bu Susi (MenKP),” jelas Menko Luhut Pandjaitan.

Sementara itu, CEO Pelindo III Regional Bali Nusra I Wayan Eka Saputra menjelaskan, hingga saat ini belum ada informasi mengenai delegasi IMF-WGB Bali 2018 yang datang ke Bali melalui jalur laut. Namun pendalaman alur akan terus dikejar untuk mengantisipasi jika nantinya ada delegasi yang datang ke Bali melalui pelabuhan Benoa.

Terkait dengan situasi terakhir di Lombok pasca gempa, Menko Luhut menyatakan tidak ada yang berubah dari rencana Annual Meetings IMF-WBG 2018 di Bali mendatang. Semua akan berjalan sesuai rencana. 

Saat ini sedang diadakan evaluasi dan penilaian mengenai seberapa jauh kerusakan yang diakibatkan gempa tersebut.

“Saya kira dalam satu-dua minggu ini kita akan tahu berapa kerusakannya, siapa yang akan memperbaiki. Presiden sudah memerintahkan agar bersiap-siap untuk merapikan. Terkait dengan evakuasi, Basarnas beserta TNI dan Polri telah melakukan peran dan tugasnya dengan baik sesuai rencana,” tutupnya.

 

Get Connected