Faq

Apa yang dimaksud dengan Voyage to Indonesia?

Untuk mengoptimalkan manfaat ST IMF-WB 2018, Indonesia telah menyusun program kerja yang terstruktur dan komprehensif sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka menuju penyelenggaraan ST IMF-WB 2018 di Bali yang diberi nama "Voyage to Indonesia".

Rangkaian program dalam Voyage to Indonesia diharapkan dapat membawa perhatian dunia pada Indonesia dan Asia, khususnya Asia Tenggara, sebagai kelompok ekonomi yang dinamis dan berkontribusi positif pada dinamika perekonomian global. Dalam hal ini, kesuksesan Indonesia (dan Asia) dalam melakukan reformasi yang membangun kekuatan dan daya tahan ekonomi Indonesia (dan Asia) dapat menjadi masukan bagi banyak negara, tidak hanya pada negara berkembang, tetapi juga pada negara maju yang saat ini perlu giat melakukan reformasi struktural untuk dapat mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan paska Krisis Keuangan Global 2009.

Pelaksanaan Voyage to Indonesia (VTI) antara lain bertujuan untuk mempromosikan ekonomi Indonesia yang telah mengalami kemajuan. Salah satunya dibuktikan dengan ketahanan ekonomi Asia. Mengingat tahun 2018 akan menandai 20 tahun pascakrisis Asia tahun 1998, VTI berusaha menunjukkan berbagai capaian Indonesia dan kawasan setelah berhasil bangkit dari krisis tersebut, termasuk pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi global. Tidak ketinggalan, sejumlah reformasi struktural bidang keuangan dan ekonomi, kemajuan ekonomi syariah yang modern, sistem ekonomi Indonesia yang telah terdigitalisasi, dan pemberdayaan wanita turut digaungkan dalam program-program VTI.

Untuk menampilkan Indonesia sebagai reformed, resifient, and progressive economy, VTI dibungkus dalam lima tema besar, yaitu:

  • Reformed and Resifient Economy, menunjukkan aspek reformasi dan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap externaf shocks.
  • Digitafized Economy, menunjukkan perkembangan pesat financiaf technofogy di Indonesia.
  • Towards a Modern and Inclusive Sharia Economy, menunjukkan perkembangan praktik dan implementasi ekonomi syariah di Indonesia.
  • Women Empowerment. menunjukkan perkembangan program emansipasi dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
  • Inclusive Growth, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak hanya stabil, tetapi juga merata.

Lima tema diatas kemudian dikemas dalam berbagai bentuk acara, seperti seminar, kegiatan outreach, eksibisi/pameran dagang, pariwisata maupun budaya.

Apa upaya yang dilakukan Indonesia untuk meningkatkan manfaat dari penyelenggaraan AM 2018 di Bali?

a. Persiapan Penyelenggaraan Acara

  • Memastikan ketersediaan sarana (tempat pertemuan, hotel) yang berkualitas
  • Menyediakan program hospitality yang berkualitas untuk memberikan kesan positif terhadap Indonesia sebagai tuan rumah
  • Memastikan keamanan dan ketersediaan seluruh infrastruktur serta fasilitas pendukung AM 2018 lainnya

b. Promosi- Voyage to Indonesia (VTJ)

Dalam rangka optimalisasi manfaat, Indonesia melakukan serangkaian pra-kegiatan AM 2018 yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan bagi bangsa Indonesia serta menghasilkan persepsi positif dari masyarakat internasional terhadap Indonesia. Serangkaian pra-kegiatan tersebut dikemas dalam program VTI. Secara garis besar, program ini bertujuan untuk menampilkan Indonesia sebagai reformed, resilient, and progressive economy

c. Penyelenggaraan Side Events

Untuk memaksimalkan kesempatan menjadi tuan rumah AM 2018, Indonesia juga melakukan serangkaian side events pada saat tanggal pelaksanaan AM 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan pembangunan ekonomi dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di area sekitar lokasi penyelenggaraan AM 2018.

Apakah manfaat riil menjadi tuan rumah AM 2018?

Manfaat yang dapat diperoleh Indonesia dengan menjadi tuan rumah AM 2018, terbagi ke dalam manfaat jangka pendek dan jangka panjang.

a. Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, penyelenggaraan AM 2018 akan memberikan potensi penerimaan devisa dari kehadiran dan aktifitas tambahan dari seluruh peserta sebelum, selama dan setelah AM 2018. Potensi penerimaan devisa diperkirakan minimal Rp725 miliar sepanjang pelaksanaan AM 2018 mengingat kehadiran peserta baik delegasi maupun turis yang dapat mencapai 15.000 orang. Penerimaan devisa tersebut berasal dari biaya belanja yang dikeluarkan oleh peserta, antara lain:

  • Pertemuan (Private Sector)
  • Transportasi & Akomodasi
  • Makanan & Minuman
  • Belanja & Hiburan
  • Wisata (Aiam & Budaya)

b. Jangka Panjang

Sementara itu, manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh Indonesia sebagai tuan rumah AM 2018, antara lain:

  • Knowledge-transfer, berupa pembelajaran mengenai penyelenggaraan kegiatan internasional
  • lnvestasi dan Perdagangan, dengan makin dikenalnya produk lokal dan terciptanya peluang investasi serta transaksi perdagangan
  • Pariwisata, peningkatan kunjungan wisatawan ke 5 destinasi utama Indonesia
  • Leadership, meningkatnya kepemimpinan Indonesia untuk penyelenggaraan international event dan pembahasan isu-isu global

Mengapa kegiatan AM 2018 merupakan momen yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia?

  • Dengan kehadiran otoritas dan pelaku sektor keuangan dari negara anggota IMF-WB (Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara), peran Indonesia sebagai tuan rumah ST IMF-WB 2018 menjadi sangat strategis.
  • Pertama, jumlah peserta dari berbagai rangkaian pertemuan ini diperkirakan mencapai 15.000 orang dari berbagai negara, terdiri dari delegasi pertemuan, partisipan dari industri keuangan, ekonom dan akademisi, perwakilan LSM, parlemen, media serta partisipan lainnya.
  • Kedua, peserta pertemuan merupakan pejabat pembuat kebijakan dari berbagai negara serta pimpinan perusahaan dan investor terkemuka, sehingga menjadi ajang yang sangat strategis untuk mendorong dialog, promosi dan keputusan investasi.
  • Ketiga, kegiatan ini disebut sebagai salah satu pertemuan keuangan terbesar di dunia, sehingga perhatian dunia ekonomi akan tertuju pada negara penyelenggara pertemuan. Kondisi ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan persepsi positif Indonesia dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang aman, mempunyai infrastruktur dan fasilitas yang baik, serta stabiltas makroekonomi yang terjaga.
  • Keempat, kehadiran 15.000 orang ke Indonesia tentu mampu mendongkrak penerimaan devisa yang berasal dari sektor transportasi, akomodasi, termasuk belanja. ST IMF WB 2018 juga menjadi momen strategis untuk mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia, tidak hanya Bali, tetapi juga berbagai destinasi wisata lain yang menjadi unggulan.
  • Kelima, keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan ini juga menunjukkan leadership Indonesia di kawasan, khususnya peran aktif dalam mendorong image ASEAN sebagai salah satu penggerak utama perekonomian dunia.

Siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan IMF-WB Annual Meetings 2018?

Penyelenggaraan AM 2018 di Indonesia menjadi tanggung jawab Panitia Nasional Penyelenggara Rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter International dan Bank Dunia 2018 (PanNas). Bertindak selaku Ketua Panitia Nasional adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan. Sementara Wakil Ketua I dipegang oleh Menteri Keuangan RI dan Wakli Ketua II adalah Gubernur Bank Indonesia. Sejumlah Kementerian dan Lembaga terkait turut bergabung dalan PanNas sebagai wujud komitmen Indonesia untuk menyukseskan AM 2018.

Bagaimana proses Indonesia menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meetings 2018?

  • Di antara negara ASEAN-5, Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang belum pernah menjadi tuan rumah AM. Sementara Filipina, Thailand, dan Singapura sudah terlebih dahulu mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah AM pada tahun 1976, 1991, dan 2006. Padahal, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan yang stabil dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global, sudah semestinya Indonesia diberi kesempatan untuk menunjukkan kapabilitas dan kepemimpinannya dengan menjadi tuan rumah AM.
  • Pada tahun 2014, Indonesia mengajukan point of interest dan proposal untuk dapat menjadi tuan rumah AM 2018. Dalam proposal tersebut, dicantumkan berbagai pencapaian Indonesia di berbagai bidang khususnya ekonomi. Ditunjukkan pula mengenai pertumbuhan Indonesia yang memiliki daya tahan terhadap krisis global beserta dengan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
  • Menindaklanjuti proposal Indonesia, Meetings Team Secretarian IMF-WB (MTS) melakukan site inspection ke Nusa Dua, Bali, sebagai lokasi yang diajukan Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan AM 2018. Selanjutnya pada April 2015, MTS mengumumkan bahwa Indonesia berhasil masuk shortlisted candidate untuk menjadi tuan rumah AM 2018.
  • Melihat perekonomian Indonesia yang reformed, resilient, dan progressive, didukung dengan sarana infrastruktur dan fasilitas yang memadai; serta stabilitas politik dna keamanan yang terjaga, pada bulan Oktober 2015, Indonesia berhasil terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan AM 2018. Selanjutnya pada April 2016, ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Managing Director IMF Christine Lagarde, Presiden WB Jim Yong Kim, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro terkait penetapan Indonesia sebagai tuan rumah AM 2018. Hingga pada 18 April 2017 secara resmi dibentuk Panitia Nasional Penyelenggaraan Rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018 melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2017.

Apakah IMF-WB Annual Meetings 2018?

  • IMF-WB Annual Meetings (AM) merupakan pertemuan keuangan tahunan terbesar di dunia. Diselenggarakan setiap bulan Oktober oleh Dewan Gubernur International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB), pertemuan mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini seperti outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja, dan perubahan iklim.
  • Para peserta AM meliputi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF, akademisi, think tank, anggota parlemen, NGO, dan media.
  • Di samping pertemuan Dewan Gubernur WB dan IMF, dalam rangkaian AM diselenggarakan juga pertemuan Development Committee (DC), International Monetary and Financial Committee (IMFC), serta sejumlah side events seperti seminar pemuda, workshop terkait teknologi, konferensi pers, dll. Dengan ribuan pertemuan yang diselenggarakan jumlah total peserta berbagai kegiatan tersebut diperkirakan mencapai angka 15.000.
  • Dalam siklus penyelenggaraannya, Am digelar di Washington DC selama dua tahun berturut-turut, namun pada tahun ketiga diadakan di salah satu negara anggota IMF-WB yang terpilih menjadi tuan rumah.
  • Indonesia terpilih menjadi tuan rumah AM tahun 2018 yang bertempat di Nusa Dua, Bali, pada 8-14 Oktober 2018. AM 2018 rencananya akan dibuka oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Mengapa Indonesia Menjadi Tuan Rumah Annual Meetings (AM)?

Indonesia merupakan middle-income country yang menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan. Pemilihan dan penetapan untuk dapat menjadi tuan rumah IMF-WBG AM pun tidak singkat karena dilakukan sejak tahun 2014.

Pada tahun 2014, negara-negara anggota yang ingin menjadi tuan rumah kegiatan ini menyerahkan pengajuan. Bagi Indonesia, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk menunjukan kemajuan ekonomi Indonesia, kepemimpinan serta komitmen Indonesia dalam penanganan isu-isu global kepada dunia. Hal ini dikarenakan mata ekonomi dunia akan tertuju pada Indonesia. Sekitar 189 negara akan datang dan melihat Indonesia. Sehingga diharapkan dengan menjadi tuan rumah kegiatan ini, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih kuat baik di dalam negerinya maupun di kancah global.

September 2014 hingga April 2015, IMF dan WBG melakukan proses penawaran dan penilaian. Pada April 2015, 3 (tiga) kandidat negara terpilih untuk menjadi tuan rumah. Kandidat tersebut terdiri dari Mesir, Senegal dan Indonesia. Pada saat proses pemilihan, Senegal memiliki keinginan yang besar untuk dapat menjadi tuan rumah, karena belum ada negara di kawasan Afrika yang menjadi tuan rumah AM IMF-WBG. Sementara Mesir, pernah terpilih pada tahun 2012, namun dipindahkan ke Tokyo karena ketidakstabilan politik (Arab Spring).

Indonesia akhirnya terpilih menjadi tuan rumah kegiatan ini setelah mendapatkan suara terbanyak dari voting 189 negara. Melalui penandatanganan “Agreement for the 2018 Annual Meetings of the Boards of Governors of the IMF dan the World Bank Group” pada tanggal 10 Oktober 2015, Indonesia secara resmi terpilih menjadi Tuan Rumah IMF-WBG Annual Meetings 2018.

Ada berapa banyak pertemuan yang akan diadakan selama Annual Meetings berlangsung?

Terdapat kurang lebih 2.000 pertemuan yang akan diadakan selama Annual Meetings berlangsung. Sebagai bagian dari agenda utama, akan diadakan plenary season, pertemuan International Monetary and Financial Committee (IMFC), dan pertemuan Komite Pengembangan (DC). Selain itu, IMF dan WBG juga akan membantu mengatur dan menjadi pemandu sejumlah pertemuan terkait kelompok delegasi negara seperti G-20, G-24, Commonwealth, BRICS, serta seminar-seminar, regional briefing, press conferences, dan acara lainnya.

Berapa jumlah peserta yang akan datang ke acara Annual Meetings ini?

Diperkirakan total jumlah peserta adalah 15.000, terdiri dari delegasi resmi, pengamat, IMF-WBG staf, organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, media, tamu dan kategori peserta lainnya.

Apa manfaat bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah Annual Meetings?

Menjadi tuan rumah kegiatan ini adalah investasi yang akan memberikan dorongan untuk ekonomi lokal dan industry-industri lain seperti industri jasa convention and meetings support, transportasi, hotel dan akomodasi, restoran, ritel, hiburan, pariwisata, dan budaya. Hal ini merupakan manfaat jangka panjang bagi ekonomi Indonesia saat dilihat oleh dunia bahwa Indonesia merupakan tujuan wisata, budaya, dan kesempatan berinvestasi dan berbisnis.

 

Get Connected