Faq

Mengapa Indonesia Menjadi Tuan Rumah Annual Meetings (AM)?

Indonesia merupakan middle-income country yang menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan. Pemilihan dan penetapan untuk dapat menjadi tuan rumah IMF-WBG AM pun tidak singkat karena dilakukan sejak tahun 2014.

Pada tahun 2014, negara-negara anggota yang ingin menjadi tuan rumah kegiatan ini menyerahkan pengajuan. Bagi Indonesia, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk menunjukan kemajuan ekonomi Indonesia, kepemimpinan serta komitmen Indonesia dalam penanganan isu-isu global kepada dunia. Hal ini dikarenakan mata ekonomi dunia akan tertuju pada Indonesia. Sekitar 189 negara akan datang dan melihat Indonesia. Sehingga diharapkan dengan menjadi tuan rumah kegiatan ini, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih kuat baik di dalam negerinya maupun di kancah global.

September 2014 hingga April 2015, IMF dan WBG melakukan proses penawaran dan penilaian. Pada April 2015, 3 (tiga) kandidat negara terpilih untuk menjadi tuan rumah. Kandidat tersebut terdiri dari Mesir, Senegal dan Indonesia. Pada saat proses pemilihan, Senegal memiliki keinginan yang besar untuk dapat menjadi tuan rumah, karena belum ada negara di kawasan Afrika yang menjadi tuan rumah AM IMF-WBG. Sementara Mesir, pernah terpilih pada tahun 2012, namun dipindahkan ke Tokyo karena ketidakstabilan politik (Arab Spring).

Indonesia akhirnya terpilih menjadi tuan rumah kegiatan ini setelah mendapatkan suara terbanyak dari voting 189 negara. Melalui penandatanganan “Agreement for the 2018 Annual Meetings of the Boards of Governors of the IMF dan the World Bank Group” pada tanggal 10 Oktober 2015, Indonesia secara resmi terpilih menjadi Tuan Rumah IMF-WBG Annual Meetings 2018.

Ada berapa banyak pertemuan yang akan diadakan selama Annual Meetings berlangsung?

Terdapat kurang lebih 2.000 pertemuan yang akan diadakan selama Annual Meetings berlangsung. Sebagai bagian dari agenda utama, akan diadakan plenary season, pertemuan International Monetary and Financial Committee (IMFC), dan pertemuan Komite Pengembangan (DC). Selain itu, IMF dan WBG juga akan membantu mengatur dan menjadi pemandu sejumlah pertemuan terkait kelompok delegasi negara seperti G-20, G-24, Commonwealth, BRICS, serta seminar-seminar, regional briefing, press conferences, dan acara lainnya.

Berapa jumlah peserta yang akan datang ke acara Annual Meetings ini?

Diperkirakan total jumlah peserta adalah 15.000, terdiri dari delegasi resmi, pengamat, IMF-WBG staf, organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, media, tamu dan kategori peserta lainnya.

Apa manfaat bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah Annual Meetings?

Menjadi tuan rumah kegiatan ini adalah investasi yang akan memberikan dorongan untuk ekonomi lokal dan industry-industri lain seperti industri jasa convention and meetings support, transportasi, hotel dan akomodasi, restoran, ritel, hiburan, pariwisata, dan budaya. Hal ini merupakan manfaat jangka panjang bagi ekonomi Indonesia saat dilihat oleh dunia bahwa Indonesia merupakan tujuan wisata, budaya, dan kesempatan berinvestasi dan berbisnis.

 

Get Connected