Annual Meetings

Rangkaian sidang/pertemuan tahunan (AMs) utamanya akan terbagi dalam beberapa pertemuan utama yaitu:

Pertemuan Development Commmittee (DC Meeting)

  • Development Committee (DC) merupakan dewan penasehat (advisory body) untuk memberikan arahan atas kegiatan operasional WBG dan IMF, dimana keanggotaan dalam DC dipilih berdasarkan kriteria besarnya saham negara anggota di kedua lembaga tersebut, atau dipilih mewakili grup konstituensi negara anggota. Sementara posisi Ketua dipilih oleh Dewan Gubernur berdasarkan kapasitas pribadi kandidat (salah satu gubernur dari negara anggota) dengan memperhatikan keterwakilan wilayah dan tingkat ekonomi dari negara-negara anggota.
  • Terkait dengan pemilihan Ketua baru dalam pertemuan DC, Dewan Gubernur Bank Dunia telah memilih Menteri Keuangan Indonesia sebagai Chairman of Development Committee menggantikan Marie Belka, Gubernur Bank Sentral Polandia, untuk periode jabatan tahun 2016-2018. Pada saat ini Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati merupakan wanita pertama dalam sejarah yang menjabat Ketua. 
  • Secara umum pertemuan DC membahas sejumlah agenda pembangunan global yang menjadi prioritas ke depan antara lain, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, transformasi ekonomi, pendanaan perubahan iklim, bencana alam, migrasi dan pengungsi, kesetaraan gender dalam bidang ekonomi, urbanisasi dan perubahan demografi. Pembahasan DC saat ini juga meliputi perkembangan situasi ekonomi global, terutama dengan investasi ke negara berkembang yang menurun, harga komoditas di pasar global rendah serta ketidakpastian geopolitik global yang mempengaruhi kepercayaan pasar.

 

Pertemuan International Monetary Financial Committee (IMFC)

  • Menteri Keuangan RI, dalam kapasitas sebagai Ketua DC juga akan menghadiri pertemuan utama lainnya yaitu IMFC. Pertemuan ini membahas berbagai respon kebijakan terkait komitmen global untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkesinambungan, inklusif dan kaya akan lapangan kerja. IMFC selama ini juga telah membahas beberapa instrumen kebijakan yang ada – reformasi struktural, fiskal dan moneter – baik secara individual maupun melalui tindakan aksi kolektif.
  • Di beberapa kesempatan, IMFC telah menyepakati untuk menetapkan prioritas yang mencakup kebijakan fiskal yang ramah pertumbuhan (growth-friendly fiscal policy), kebijakan moneter yang suportif dan akomodatif, reformasi struktural di area prioritas, kebijakan sektor keuangan yang efektif dalam rangka memperkuat stabilitas, serta penguatan kerjasama global. IMFC selama ini juga menghasilkan beberapa kesepakatan dalam rangka mendukung upaya pencapaian target the sustainable development goals (SDGs) 2030, dan memastikan tertibnya fungsi Sistem Moneter Internasional (IMS).

 

Pertemuan antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20

  • Indonesia sebagai negara anggota G20 akan terlibat secara intensif untuk membahas isu-isu perekonomian global yang masih memiliki potensi  downside risk yang dan mengancam pertumbuhan ekonomi terutama yang disebabkan oleh isu geopolitik.
  • Di bawah Keketuaan (Presidensi) Argentina, Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 diharapkan dapat menjadi bagian dari penyelesaian beberapa isu global, termasuk dalam menghadapi tantangan dan kesempatan perubahan teknologi serta menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan di tingkat domestik, termasuk Indonesia. 
  • Selain itu pembahasan akan meliputi terkait dengan diperlukannya upaya kolektif untuk memperkuat jaring pengaman keuangan global guna mengurangi kerentanan keuangan yang saat ini sedang dialami khususnya negara-negara Asia.

 

Konferensi dan Seminar dan Pertemuan yang Strategis

  • Indonesia bersama dengan WBG dan IMF akan menyelenggarakan kegiatan konferensi, seminar dan beberapa pertemuan yang strategis dengan level tertentu. Kegiatan ini disebutkan sebagai side/parallel events.
  • Dalam rangkaian pertemuan juga akan diselenggarakan ASEAN Leaders Gathering (ALG) dengan mengundang para Kepala Negara/Pemerintahan Negara-Negara ASEAN, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden WB, dan Managing Director IMF. Kehadiran para pemimpin ASEAN menunjukkan dukungan yang solid dari ASEAN kepada Indonesia sebagai tuan rumah AMs 2018. Gathering ini akan membicarakan isu-isu prioritas ASEAN, antara lain menjaga stabilitas ekonomi regional dan global.
  • Mengacu kepada beberapa konferensi, seminar dan pertemuan yang strategis untuk Indonesia maka dalam rangkaian pertemuan ini, selain Menteri Keuangan, beberapa menteri akan berperan sebagai juru bicara untuk membahas isu-isu utama yang terkait. 
  • Sebagai salah satu referensi pertemuan sebelumnya, Menteri Keuangan RI berperan sebagai pembicara kunci dan pembicara panel pada sejumlah konferensi dan seminar utama Bank Dunia dan IMF untuk membahas isu-isu utama, antara lain tantangan peningkatan produktivitas dan perlindungan kaum rentan di era digital; pencapaian peningkatan kualitas hidup manusia (human capital) dalam konteks pemenuhan aspek kesehatan, pendidikan, jaminan sosial dan pemberdayaan perempuan; peningkatan investasi dan peran kerjasama multilateral; dan peningkatan pertumbuhan inklusif dengan mempertimbangkan aspek dan pemenuhan target isu perubahan iklim.
  • Momentum ini juga akan dimanfaatkan oleh Indonesia untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan beberapa negara, lembaga keuangan internasional, profesional, private sector, lembaga keilmuan, dan sebagainya untuk membahas penguatan kerjasama, termasuk percepatan pembiayaan beberapa program yang menjadi prioritas nasional.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal kegiatan dapat merujuk pada Website WBG dan Website IMF.

Get Connected