Sidang Tahunan 2018

  • Sidang Tahunan IMF-WBG (AM 2018) merupakan forum pertemuan terbesar bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan di tingkat global, yang mempertemukan pihak pemerintah (Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral) dari 189 negara, dan pihak non pemerintah yang menguasai sektor keuangan dan ekonomi dunia.
  • Setiap tiga tahun sekali, negara-negara di dunia bersaing untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini, karena potensi manfaat yang sangat besar bagi perekonomian negara tuan rumah, baik untuk mempromosikan destinasi investasi, wisata, pusat penyelenggaraan event internasional, maupun untuk menunjukkan kemajuan dan stabilitas ekonomi negara tuan rumah.
  • Selain itu lokasi penyelenggaraan juga akan menikmati manfaat secara langsung dari kontrak bisnis untuk mensuplai kebutuhan penyelenggaraan Sidang Tahunan, dan sektor pariwisata serta industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Events) yang akan menikmati manfaat langsung dari penyelenggaraan event-event lain serta spending dari para delegasi/ peserta. Juga manfaat jangka panjang dari promosi Bali yang menjadi lokasi penyelenggaraan, sebagai destinasi kunjungan wisata kelas dunia.
  • Tidak heran apabila banyak negara bersaing untuk bisa terpilih sebagai tuan rumah kegiatan ini yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali di luar Amerika Serikat. Bahkan untuk Sidang Tahunan di tahun 2021 nanti, sudah ada 21 negara yang mendaftar dan bersaing untuk menjadi negara tuan rumah.

  • AM 2018 merupakan acara event internasional terbesar yang pernah ditangani Indonesia. Sebelumnya Bali pernah menjadi tuan rumah berbagai pertemuan internasional berskala besar seperti pertemuan APEC di 2013 dengan jumlah delegasi sekitar 5.000 orang dari 21 negara, dan pertemuan COP - UNFCCC di 2007 dengan jumlah delegasi 10.000 orang dari 189 negara.
  • Dalam kegiatan ini, jumlah negara yang terlibat mencapai 189 negara dengan total delegasi asing jauh lebih besar yang diperkirakan bisa mencapai 18.000 hingga lebih dari 20.000 orang, termasuk: 
    • Lebih dari 400 orang, seluruh Menteri Keuangan, Menteri Pembangunan dan Gubernur Bank Sentral
    • Sekitar 20 Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan 
    • Sekitar 5.000 pejabat tinggi dan delegasi resmi dari pemerintah dan bank sentral
    • ۔1.000 orang senior manajemen, experts, dan staf IMF dan World Bank Group 
    • 1.000 orang para pengambil keputusan dan eksekutif senior dari organisasi internasional, lembaga keuangan internasional, sektor swasta, akademisi, lembaga think tank, dan NGO
    • 2.000 jurnalis dan awak media internasional 
    • Sebagian dari para delegasi/ peserta juga akan membawa spouses dan keluarga untuk memanfaatkan kunjungan ke AM 2018 ini, sekaligus untuk berwisata di Indonesia dan diperkirakan jumlahnya dapat mencapai 4.000 orang.

IMF Meetings Indonesia

 

Dampak Positif Untuk Ekonomi Indonesia

  • Sebagai tuan rumah, Indonesia bertanggung jawab terhadap penyediaan berbagai fasilitas untuk penyelenggaraan pertemuan dan kelancaran delegasi, yang meliputi penyediaan hotel/ venue/ offices, handling delegasi, transportasi, fasilitas pertemuan, fasilitas kantor, fasilitas IT/ Audio Visual dan jaringan telekomunikasi, medis dan keamanan.
  • Sementara biaya akomodasi dan makan para delegasi/ peserta selama di Bali akan ditanggung sendiri. Dapat dibayangkan, dengan jumlah pertemuan dan delegasi yang begitu besar, maka pemenuhan kebutuhan logistik dan kompleksitas pelayanan pertemuan yang disediakan menjadi sangat besar, misalnya:
    • Para delegasi akan menyewa kantor dan ruangan dari Pemerintah Indonesia dengan tarif yang disepakati dengan Meeting Team Secretariat IMF - WBG, dan biaya sewa itu akan menjadi penerimaan pemerintah Indonesia. Selain itu pemerintah juga mengalokasikan 21 official hotels yang dapat disewa delegasi asing sebagai lokasi akomodasi mereka.
    • Jumlah pekerja lokal yang terlibat mencapai lebih dari 20.000 orang, dimana lebih dari 3.000 pekerja terlibat dalam industri layanan terkait yang bertindak sebagai supplier dan vendor bagi seluruh kegiatan AM 2018. Di kawasan Nusa Dua sendiri terdapat sekitar 12.000 pekerja yang terlibat di main venues, offices, dan official hotel, sekitar 1.000 orang yang terlibat di bidang transportasi, dan lebih 5.000 orang yang bekerja di sektor terkait seperti restauran, cindera mata, airport handling, dan sebagainya.
    • Panitia Nasional juga merekrut sebanyak lebih dari 400 orang Liaison Officer (LO) untuk para delegasi, serta hampir 1.000 relawan untuk membantu kelancaran pertemuan dan titik-titik strategis di Bali. IMF dan WBG sendiri juga akan merekrut dan mempekerjakan staf lokal sebanyak lebih dari 130 orang untuk membantu tugas-tugas administrasi dan manajemen mereka di Indonesia selama kegiatan berlangsung.
    • Sejumlah tenaga medis disiapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi permasalahan kesehatan, dan pemerintah juga telah menunjuk 4 rumah sakit sebagai rujukan bagi para peserta Sidang Tahunan, serta menyiapkan KRI Soeharso sebagai fasilitas floating-hospital untuk kebutuhan evakuasi.
    • Lebih dari 2.000 pekerja seni nasional, industri kuliner, dan industri kerajinan juga akan turut memeriahkan AM 2018 melalui pertunjukan seni budaya, festival kuliner, dan kerajinan Indonesia di lokasi penyelenggaraan. Hal ini untuk memberikan kesan yang mendalam bagi para delegasi asing dan memperkenalkan kekayaan budaya dan kekhasan Indonesia ke dunia internasional.
    • Pemerintah juga telah menyiapkan 7 destinasi wisata utama di seluruh Indonesia untuk diperkenalkan kepada para delegasi/ peserta yang diperkirakan akan memperpanjang durasi tinggal di Indonesia dan menggunakan waktunya untuk sekaligus berwisata dan mengenal keindahan alam Indonesia.


AM2018Bali

Get Connected