Voyage to Indonesia

Voyage to Indonesia (VTI) adalah rangkaian program yang berisi aspek penyiapan substansi (policy events), promosi, dan publikasi menuju IMF-WB AMs 2018, dengan pesan utama yang disampaikan adalah “To Know Indonesia Better: Indonesia negara yang reformed, resilient, progressive, dan pro job untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif”.

Pesan utama tersebut akan diterjemahkan kepada empat koridor tema yang terkait dengan: 1) Development Issue; 2) Economy and Finance; 3) Indonesia Diversity; 4) Indonesian Potential yang dijabarkan dengan kegiatan yang dilakukan utamanya oleh Kementerian Keuangan dan kementerian/lembaga/ unit teknis lainnya bersama dengan Bank Indonesia.

Melalui program VTI sejak 2017, Indonesia melalui koordinasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (sebagai ketua sekretariat Panitia Nasional persiapan AMs) bersama dengan kementerian/lembaga/unit terkait, secara intensif telah melakukan serangkaian kegiatan dimulai dari pembahasan isu-isu substansi yang strategis sampai pada promosi objek-objek pariwisata, serta produk-produk yang menjadi andalan, terutama yang dihasilkan oleh UMKM dengan hasil yang signifikan.

Dalam program VTI ini, Pemerintah mengedepankan peluang investasi pada sektor infrastruktur dan dilanjutkan dengan investasi sumber daya manusia. Investasi infrastruktur ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing nasional, sementara investasi pada sumber daya manusia ditujukan untuk meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan pemberdayaan perempuan. Investasi sumber daya manusia tersebut juga ditujukan untuk menghadapi era ekonomi digital dan tranformasi teknologi yang seharusnya dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kesejahteraaan masyarakat.

Selain itu beberapa isu prioritas nasional yang telah dibahas dalam program VTI ini diantaranya: penguatan peran masyarakat dan pemerintah daerah (local empowerment), penguatan peran keuangan syariah (Islamic finance), mekanisme pembiayaan bencana alam (disaster risk financing), pengelolaan urbanisasi untuk pertumbuhan inklusif (urbanization for inclusive growth), isu perubahan iklim adaptasi maupun mitigasi (climate finance) telah dibahas secara berkala dalam ruang lingkup nasional maupun internasional.

Dengan kehadiran para pemangku kebijakan dan seluruh partisipan dengan jumlah yang sangat banyak (sekitar 15 ribu orang) dari seluruh dunia, dengan liputan media yang masif, maka pertemuan ini akan menempatkan Indonesia dalam spotlight yang strategis dan bermanfaat untuk kemajuan Indonesia.

Get Connected